Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi dan Teknik Pengendaliannya

Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi

Walang sangit (Leptocorisa oratorius) adalah salah satu hama penting dalam budidaya tanaman padi. Hama ini dinamai demikian karena ia akan mengeluarkan bau sangit yang khas dan menyengat ketika sedang dalam bahaya. Bau sangit yang dikeluarkan serangga ini adalah bentuk pertahanan diri dari ancaman para predator atau pemangsanya.

Walang sangit memiliki berbagai nama dan sebutan di berbagai daerah. Di Sumatera, orang menyebutnya pianggang, orang Sunda menyebutnya dengan nama kungkang, orang Madura menyebutnya tenang, dan masih banyak lagi.

Terlepas dari berbagai sebutan itu, walang sangit nyatanya memiliki serangan yang begitu berbahaya. Ia akan menyerang dengan cara menghisap cairan di tangkai bunga dan bulir padi pada saat tanaman memasuki fase pembungaan hingga matang susu.

Dihisapnya cairan oleh walang sangit menyebabkan pengisian bulir padi menjadi tidak sempurna atau bahkan hampa. Bila pun bulir pada terisi, beras yang dihasilkan akan berwarna kekuningan, mengapur, dan harga jualnya menjadi rendah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa serangan walang sangit mampu menurunkan produksi sampai 80%.

SIKLUS HIDUP

Walang sangit adalah serangga yang melakukan metamorfosis tidak sempurna. Walang sangit dewasa hidup selama 2 sd 3 bulan. Selama itu, betinanya mampu menghasilkan telur yang berwarna merah kecoklatan sebanyak 200 sd 300 butir. Telur-telur ini diletakan secara berkelompok di atas permukaan atas daun dekat tulang utama malai.

SIKLUS HIDUP Sumber : slideshare.net

Setelah 5 sd 8 hari telur-telur itu diletakan, ia akan menetas menjadi nimfa. Nimfa atau serangga muda ini kemudian akan menjadi serangga dewasa setelah 17 sd 27 hari untuk kemudian memulai perkembangbiakannya.

PENGENDALIAN WALANG SANGIT

Setelah memahami sekilas tentang siklus hidup dan tingkat kerusakan yang dapat ditimbulkannya, berikut ini kita akan membahas beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan serangan hama walang sangit di area penanaman padi.

1. Sanitasi rumput

Walang sangit memiliki beragam jenis inang. Pada area persawahan yang belum ditanami, walang sangit kerap menggunakan rerumputan di galangan atau tanggul sebagai inangnya. Oleh karena itu, pembersihan rerumputan di area tersebut sebelum masa tanam dapat menekan keberadaan inang alternatif yang bisa digunakannya untuk bertahan hidup.

2. Pola tanam serempak

Hingga saat ini belum ditemukan varietas padi yang benar-benar tahan terhadap serangan walang sangit. Oleh karena itu, sebagai alternatifnya, pengendalian kultur teknis dapat dilakukan dengan menerapkan pola tanam serempak. Dalam satu hamparan yang luas, sebaiknya padi ditanam bersama-sama untuk meminimalkan perkembangan hama walang sangit. Setidaknya, selisih waktu tanam dalam satu hamparan yang luas tidak boleh lebih dari 2,5 bulan.

3. Penggunaan perangkap

Penggunaan perangkap
Pada dasarnya walang sangit sangat tertarik pada aroma yang menyengat. Penggunaan bangkai keong mas di tiap pematang sawah dapat dilakukan sebagai alternatif untuk pengendalian walang sangit.

Keong mas cukup di tumbuk dari cangkangnya kemudian diletakkan di atas bambu yang sebelumnya ditancapkan ditiap pematang.

Bangkai keong dan kepiting dibiarkan membusuk hingga memancing walang sangit mendekat dan berkumpul. Setelah terkumpul, walang sangit lalu dimusnahkan.

4. Pengendalian secara biologi

Pengendalian walang sangit juga dapat dilakukan secara biologis, yaitu dengan menggunakan jamur yang bersifat parasitoid. Jamur yang bisa digunakan misalnya adalah Beauviria bassiana dan Metharizum sp.

Kedua jamur ini dapat melawan serangan walang sangit dengan cara membentuk lapisan jamur di bagian tubuh walang sangit dan menyebabkan kematian walang sangit.

PENGENDALIAN WALANG SANGIT Sumber : 8villages.com

5. Pengendalian secara kimia

Cara pengendalian dengan bahan kimia terlebih dahulu harus dipastikan apakah hama walang sangit masih diambang ekonomi atau tidak, jika sudah melewati ambang ekonomi yakni 6 ekor/meter persegi sebaiknya dilakukan pengendalian dengan penyemprotan.

Bahan aktif pestisida yang cocok untuk hama walang sangit adalah MIPC, BPMC dan Fipronil. Penyemprotan dilakukan pada pada sore atau pagi hari dan saat tanaman padi berada pada fase matang susu. Tidak disarankan memakai insektisida karbofuran, karena bisa berdampak buruk pada lingkungan.

Sumber Pustaka

  1. Layanan Informasi Desa. Pengendalian Walang Sangit pada Tanaman Padi. Link : http://8villages.com/full/petani/article/id/5ac737c91e4c0b946984ff5d. Diakses 5 Mei 2019.
  2. BPTP Bangka Belitung. Pengendalian Walang Sangit pada Tanaman Padi Sawah. Link : https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/378-pengendalian-hama-walang-sangit-leptcorisa-oratorius-pada-tanaman-padi-sawah. Diakses 5 Mei 2019.
  3. Kabar Tani. Pemanfaatan Bau Busuk untuk Pengendalian Hama Walang Sangit. Link : https://kabartani.com/pemanfaatan-bau-busuk-untuk-pengendalian-hama-walang-sangit.html. Diakses 5 Mei 2019.


Unduh materi ini dalam bentuk leaflet dan booklet pada link di bawah ini!

Leaflet Booklet

0 Response to "Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi dan Teknik Pengendaliannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel