Hama Wereng Coklat pada Tanaman Padi dan Cara Mengendalikannya

Wereng Coklat pada Tanaman Padi
Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah hama paling berbahaya dalam budidaya tanaman padi di Indonesia. Serangga kecil ini menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan tanaman sekaligus menyebarkan virus tungro, virus kerdil rumput, dan virus kerdil hampa lewat mulutnya. Kerusakan yang ditimbulkan bisa mencapai 80 sd 90%, terlebih jika serangan terjadi sejak 15 HST.

SIKLUS HIDUP

Siklus hidup hama wereng coklat adalah 23 sd 33 hari. Selama hidupnya, wereng dewasa dapat bertelur sebanyak 1000 butir, dengan jumlah yang bisa menetas sekitar 100 sd 600 butir, tergantung kondisi lingkungan.

Wereng dewasa meletakan telur di sisipan rongga pelepah daun. Pada populasi tinggi, telur juga dapat ditemukan pada tulang daun bagian atas. Telur-telur ini menetas dalam waktu 7 sd 10 hari.

Siklus Hidup Wereng Coklat  
Sumber : kabartani.com

Telur menetas menjadi nimfa (wereng kecil) yang akan terus tumbuh melalui 5 kali ganti kulit (instar) selama 10 sd 15 hari. Semakin lembab lingkungan, maka akan semakin cepat pula ganti kulitnya. Setelah 2 sd 4 hari ganti kulit kelima, wereng menjadi dewasa dan siap berkembang biak lagi hingga mati pada umur 18 sd 28 hari.

PENGENDALIAN WERENG COKLAT

Pengendalian wereng coklat sebaiknya dilakukan secara terpadu. Mengingat serangannya yang sangat berbahaya bagi keberhasilan usaha budidaya tanaman padi, maka akan sangat baik bila pengendaliannya juga dilakukan secara kolektif dalam satu hamparan. Teknik-teknik pengendalian hama wereng coklat yang dilakukan di antaranya:

1. Tanam Serempak

Tanam padi serempak dalam satu hamparan dapat menekan tingkat ketersediaan makanan dan tempat hidup bagi wereng coklat. Dalam 1 hamparan yang luas, sebaiknya selisih waktu panen diperkirakan tidak lebih dari 2 minggu.

2. Penggunaan Varietas Baru

Wereng coklat terus mengalami perkembangan biotipe (generasi). Sebelum tahun 2010, varietas seperti Ciherang, IR64, Memberamo, dan Situbagendit, dikatakan masih tahan terhadap serangan wereng generasi ke-3. Namun, karena perkembangan biotipenya, saat ini telah ditemukan wereng generasi ke-4 yang membuat varietas-varietas di atas sudah tidak lagi tahan.

Oleh karena itu, petani disarankan untuk menggunakan varietas padi baru yang memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap serangan wereng generasi ke-4. Beberapa varietas tersebut di antaranya Inpari 18, Inpari 19, Inpari 31 dan Inpari 33.

3. Pergiliran Varietas

Pergiliran varietas anar musim sangat diperlukan untuk meminimalkan laju perkembangan generasi wereng. Sebagai contoh, pada saat musim rendeng, lahan ditanami dengan varietas padi Inpari 31, dan saat musim hujan ditamai dengan varietas Inpari 13.

Serangan Wereng Coklat Sumber : kabartani.com

4. Pemupukan Urea Berimbang

Pemupukan urea sebaiknya dilakukan secara tepat dosis mengingat pertumbuhan dan perkembangan wereng akan sangat cepat pada kondisi tanaman yang terlalu lemas karena banyak menyerap unsur Nitrogen.

5. Penggunaan Perangkap Lampu

Seperti kebanyakan serangga lainnya, wereng juga menyukai cahaya terang pada saat malam. Oleh karena itu, pengendalian hama ini juga dapat bisa dilakukan dengan memasang perangkap lampu di area penanaman padi. Perangkap lampu 100 Watt seperti yang ada di gambar dapat menangkap wereng hingga 400.000 ekor permalam.

Perangkap Lampu Wereng Coklat Sumber : jabar.litbang.pertanian.go.id

6. Pengendalian Kimia

Penggunaan insektisida dalam pengendalian wereng tidak bisa dilakukan serampangan. Agar hasilnya efektif, sebelum aplikasi insektisida, sebaiknya area sawah dikeringkan. Penyemprotan juga harus dilakukan saat tidak ada embun di daun, yaitu antara pukul 08.00 sd 11.00, dilanjutkan saat sore hari. Semprotan insektisida harus sampai ke batang padi, tempat dimana wereng bersembunyi. Adapun jenis bahan aktif yang bisa digunakan misalnya imidakloprid, BPMC, pymetrozine dan dinotefuran.

Sumber Pustaka


  1. Layanan Informasi Desa. Teknik Tepat Menyemprot Hama Wereng. Link : http://8villages.com/full/petani/article/id/5c63841fce212bb21780ab4a. Diakses 5 Mei 2019.
  2. BPTP Jawa Barat. Strategi Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (WBC) dan Virus Kerdil Rumput dan Kerdil Hampa. Link : http://jabar.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-teknologi/625-strategi-pengendalian-hama-wereng-batang-cokelat. Diakses 5 Mei 2019.
  3. Kabar Tani. Mengenal Siklus Hidup Wereng Coklat dan Cara Pengendaliannya. Link : https://kabartani.com/mengenal-siklus-hidup-wereng-coklat-dan-cara-pengendaliannya.html. Diakses 5 Mei 2019.


Unduh materi ini dalam bentuk leaflet dan booklet pada link di bawah ini!

Leaflet Booklet

0 Response to "Hama Wereng Coklat pada Tanaman Padi dan Cara Mengendalikannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel